tentang
Lengkuas (Alpinia Galangal)
Manfaat dan Kegunaan Lengkuas :
- Meredakan nyeri sendi
- Meningkatkan kesuburan pria
- Menurunkan kadar gula darah dan kolesterol
- Membunuh dan menghambat perkembangan virus dan bakteri
- Mengurangi risiko terkena kanker
Langkah Membuat Ramuan dari Lengkuas:
Bahan :
- Lengkuas
- Jahe
- Sereh
- Air
Cara Membuat :
- Cuci bersih semua bahan
- Parut lengkuas dan jahe ambil airnya
- Rebus bersama sereh
Lengkuas adalah tanaman obat yang mengandung antimikrobial diterpene dan eugenol yang mempunyai aktivitas antifungi. Penggunaan lengkuasAlpinia galanga(L) Swartzsecara empiris sebagai obat antijamur kulit telah diketahui sejak lama(2). Secara tradisional dari sejak zaman dahulu kala, parutan rimpang lengkuas sering digunakan sebagai obat penyakit kulit, terutama yang disebabkan oleh jamur, seperti panu, kurap, eksim, jerawat, koreng, bisul, dan sebagainya. Khasiatnya yang sudah dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai penelitian adalah sebagai antijamur. Ekstrak lengkuas bersifat sistemik, mudah diserap akar tanaman dan dibawa seluruh tubuh tanaman sampai masuk ke dalam jaringan daun. Lengkuas merupakan tanaman obat yang bersifat bakterisidal dan fungsidal, yang memiliki kandungan 1% minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang terutama terdiri dari metil-sinamat 48 %, sineol 20%-30%, eugenol, kamfer 1 %, seskuiterpen, ä -pinen, galangin, serta sesquiterpene, camphor, galangol, cadinene, dan hydrate hexahydrocadelene(3). Eugenol yang terdapat pada rimpang lengkuas (Alpinia galangal) dikenal memiliki efek sebagai antijamur Candida albicans(4). Salah satu efek obat dari eugenol adalah sebagai antiseptik lokal, sedangkan derivat dari eugenol dapat bekerja sebagai biocide dan antiseptik. Eugenol adalah suatu allyl chain-substituted guaiacol yang bekerja sebagai antiseptik lokal sedangkan derivatnya dapat bekerja sebagai biocide dan antiseptic. Senyawa lain yang juga memiliki efek sebagai antijamur adalah diterpene. Penelitian yang dilakukan oleh Haraguchi dan kawan-kawannya juga menyatakan bahwa senyawa diterpene yang diisolasi dari biji Alpinia galangal dan diidentifikasi sebagai (E)-8 beta,17-epoxylabd-12-ene-15, 16-dial secara sinergis meningkatkan aktivitas antifungi.
Daun lengkuas merupakan daun yang tunggal, berwarna hijau, bertangkai pendek, tersusun berseling. Daun di sebelah bawah dan atas biasanya lebih kecil dari pada yang di tengah. Bentuk daun lanset memanjang, ujung runcing, pangkal tumpul, dengan tepi daun rata. Pertulangan daun menyirip. Panjang daun sekitar 20 - 60 cm, dan lebarnya 4 - 15 cm. Pelepah daun lebih kurang 15 - 30 cm, beralur, warnanya hijau. Pelepah daun ini saling menutup membentuk batang semu berwarna hijau. Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng, berbau harum, berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan, terdapat dalam tandan bergagang panjang dan ramping, yang terletak tegak di ujung batang. Ukuran perbungaan lebih kurang 10-30 cm x 5-7 cm. Jumlah bunga di bagian bawah tandan lebih banyak dari pada di bagian atas, sehingga tandan tampak berbentuk piramida memanjang. Panjang bibir bunga 2,5 cm, berwarna putih dengan garis miring warna merah muda pada tiap sisi. Mahkota bunga yang masih kuncup, pada bagian ujungnya berwarna putih, sedangkan pangkalnya berwarna hijau. Buah lengkuas adalah buah buni, berbentuk bulat, keras. Sewaktu masih muda berwarna hijau-kuning, setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan, berdiameter lebih kurang 1 cm. Ada juga yang buahnya berwarna merah. Bijinya kecil-kecil, berbentuk lonjong, berwarna hitam. Rimpang lengkuas merupakan rimpang yang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat, mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Rasanya tajam pedas, menggigit, dan berbau harum karena kandungan minyak atsirinya. Lengkuas tumbuh di tempat terbuka, yang mendapat sinar matahari penuh atau yang sedikit terlindung. Lengkuas menyukai tanah yang lembab dan gembur, tetapi tidak suka tanah yang becek. Tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati atau di dalam semak belukar. Tumbuhan ini berasal dari Asia tropika, tetapi tidak begitu jelas dari daerah mana. Ada yang menduga berasal dari Cina, ada juga yang berpendapat berasal dari Bengali. Di Indonesia, mula-mula banyak ditemukan tumbuh di daerah Jawa Tengah, tetapi sekarang sudah di budidayakan di berbagai daerah.
Ternyata, selain menjadi bahan resep makanan, lengkuas juga bisa digunakan sebagai obat alami karena memiliki manfaat untuk kesehatan. Manfaat umum dari lengkuas yaitu melawan peradangan, meningkatkan jumlah sperma, melancarkan peredaran darah, baik untuk pencernaan, menghilangkan morning sickness pada ibu hamil, hingga menurunkan kadar kolesterol.
Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan Wanita
Manfaat lengkuas yang paling dikenal yaitu kemampuannya bertindak sebagai antikanker dan antiinflamasi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan melindungi otak. Berikut ini beberapa manfaat lengkuas yang berkaitan dengan kesehatan wanita:
Kesehatan Kulit
Seperti yang diketahui, antioksidan baik untuk kesehatan kulit. Namun, lengkuas sebenarnya tidak membantu dalam hal penuaan kulit. Menurut studi yang terbit dalam Cosmetics and Toiletries, para ilmuwan menyatakan bahwa ekstrak lengkuas meningkatkan produksi asam hialuronat. Zat tersebut bermanfaat untuk mengurangi garis senyum, meningkatkan kecerahan kulit, dan kekenyalan kulit.
Baik untuk Kecantikan
Akar lengkuas diketahui bermanfaat untuk kecantikan. Ia mampu membunuh bakteri penyebab jerawat, tanpa mengiritasi kulit.
Mengatasi Mual pada Ibu Hamil
Lengkuas sudah lama digunakan untuk mengatasi mual saat hamil, mabuk perjalanan, dan mabuk laut.
Mencegah Tumor dan Kanker Payudara
Lengkuas merupakan inang dari berbagai zat antioksidan yang membantu meminimalkan kerusakan DNA akibat radikal bebas, dan komponen toksik lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Komponen antioksidan dalam lengkuas yang melawan radikal bebas adalah flavonoid yang disebut galangin.
Lengkuas dapat memodulasi aktivitas enzim dan menekan toksisitas geokimia. Hal ini menunjukkan bahwa lengkuas merupakan tanaman herbal yang sangat potensial sebagai antikanker. Penelitian juga menyebutkan bahwa trannsconiveril diacetate, acetoxy chavikol dan asetoksi eugenol asetat bisa mencegah jalur sintesis enzim Xantin yang memicu perkembangan tumor.
Obat untuk Gangguan Menstruasi
Mengonsumsi sepotong lengkuas dapat mendorong hasrat seksual. Lengkuas uga digunakan dalam pengobatan gangguan menstruasi.
Memperkuat Akar Rambut dan Kesehatan Rambut
Efek kardiovaskular lengkuas juga bermanfaat untuk pertumbuhan akar rambut. Efek kardiovaskular yang sehat dari lengkuas meningkatkan distribusi oksigen ke akar rambut dan meningkatkan kekuatan rambut.
Nah, meski diduga memiliki banyak manfaat, tapi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan khasiat lengkuas bagi kesehatan wanita.