Umbi garut (nama ilmiah: Maranta arundinacea atau arrowroot) adalah tanaman pangan lokal jenis umbi-umbian yang populer sebagai obat alami asam lambung (maag) dan bahan baku tepung bebas gluten. Meskipun bernama "garut", umbi ini bukan berasal dari Kabupaten Garut, melainkan dari wilayah Amerika Selatan, dan banyak tumbuh di pekarangan pedesaan Jawa serta Yogyakarta sebagai cadangan pangan.
Bayam Merah (Mangifera indica)
Bayam Merah atau nama lainnya adalah Bayam Cina adalah tanaman yang bernilai ekonomis tinggi, walaupun Bayam Merah punya rasa yang sama dengan Bayam Hijau namun khasiat Bayam Merah Diakui lebih tinggi kandungan antioksidannya.Bayam Merah adalah sumber nutrisi yang baik,dan bayam yang satu ini juga banyak digunakan untuk pengobatan di Afrika misalnya Bayam Merah digunakan untuk mengatasi masalah lambung.
Sama seperti Bayam pada umumnya,tumbuhan bernama latin Amaranthus Dubius ini dianggap memiliki segudang manfaat,walapun disebut Bayam Merah,bayam jenis ini memiliki daun dan batang berwarna merah keunguan.Bayam Merah ini dapat tumbuh di daerah beriklim panas,termasuk diIndonesia,berikut manffat Byam Merah Untuk Kesehatan.
Blimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi)
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) bukan sekadar penyedap rasa dalam masakan, tetapi secara etnomedisin menjadi tumbuhan untuk pengobatan tradisional. Merujuk naskah ilmiah yang telah dipublikasikan (1995 hingga 2015) yang diambil dari Medline, PubMed, EMBASE, dan basis data Science Direct, artikel dan laporan yang diterbitkan, mencakup literatur tradisional dan ilmiah yang berkaitan dengan peran potensial belimbing wuluh baik buah, daun, maupun bunganya, dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.
Klaim tradisional, serta peran khasiat belimbing wuluh dalam pengobatan berbagai penyakit menular dan tidak menular, telah dikonfirmasi oleh beberapa penelitian ilmiah yang relevan. Berbagai penelitian farmakologi termasuk penelitian in vitro dan in vivo (hewan) telah dilakukan pada daun dan buah belimbing wuluh.
Cocor Bebek (Kalanchoe Pinnata)
Tanaman Cocor bebek adalah sebuah tanaman hias yang tidak hanya memiliki keindahan visual, tetapi juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang signifikan.
Tanaman ini memiliki nama ilmiah Kalanchoe pinnata atau Bryophyllum pinnatum, dan memiliki kemampuan tumbuh dengan mudah di parit, kebun, bahkan tanah berbatu.
Daun dari tanaman cocor bebek mengandung sifat antibakteri dan anti inflamasi yang dapat berperan sebagai pengganti antiseptik dalam proses penyembuhan luka. Selain itu, khasiatnya dalam meredakan demam juga terbukti dapat diandalkan.
Daun Jarak (Ricinus Communis)
Daun jarak merujuk pada daun yang tumbuh pada tanaman Ricinus communis, yang juga dikenal sebagai tanaman jarak, castor bean, atau castor oil plant dalam bahasa Inggris. Daun ini merupakan salah satu bagian utama dari tanaman tersebut. Berikut adalah definisi daun jarak:
Daun jarak adalah organ hijau yang melekat pada batang tanaman jarak. Daun ini umumnya berukuran besar, berbentuk lonjong dengan tepi bergigi atau berlekuk, dan memiliki warna hijau tua yang khas. Daun jarak memiliki tangkai yang menghubungkannya dengan batang dan meliputi struktur utama yang disebut lamina, yang berfungsi dalam proses fotosintesis dan pertukaran gas.
Daun Jarak (Ricinus Communis)
Daun jarak merujuk pada daun yang tumbuh pada tanaman Ricinus communis, yang juga dikenal sebagai tanaman jarak, castor bean, atau castor oil plant dalam bahasa Inggris. Daun ini merupakan salah satu bagian utama dari tanaman tersebut. Berikut adalah definisi daun jarak:
Daun jarak adalah organ hijau yang melekat pada batang tanaman jarak. Daun ini umumnya berukuran besar, berbentuk lonjong dengan tepi bergigi atau berlekuk, dan memiliki warna hijau tua yang khas. Daun jarak memiliki tangkai yang menghubungkannya dengan batang dan meliputi struktur utama yang disebut lamina, yang berfungsi dalam proses fotosintesis dan pertukaran gas.
Jahe (Zingiber Officinale)
Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah dan budaya yang membanggakan. Salah satunya, UNESCO menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) pada 2023.
UNESCO melalui situs webnya menyebutkan jamu menjadi salah satu bentuk budaya, karena pembuat jamu membuat resep yang disesuaikan dengan usia, gaya hidup, hingga masalah kesehatan pelanggan. Jamu dibuat murni dari beragam tumbuhan dan rempah-rempah, salah satunya jahe, yang khasiatnya sudah dirasakan masyarakat Tanah Air bahkan dunia.
Kacang Panjang (Vigna Unguiculata ssp. Sesquipedalis)
Kacang panjang, tanaman yang termasuk keluarga kacang-kacangan ini dapat kita temui sehari-hari sebagai salah satu menu sayur dalam makanan kita. Ia bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari lalapan sederhana, direbus, ditumis.
Sebagai sumber protein yang baik, kacang panjang memiliki kandungan vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium dan mangan. Menurut USDA National Nutrient database, nilai gizi yang terkandung di dalam kacang panjang mentah per 100 gram adalah, 47 kalori, 50 gram lemak total, 0 gram kolesterol, 8 gram karbohidrat total atau 2% dari nilai harian yang dibutuhkan, 3 gram protein atau 5% dari nilai harian yang dibutuhkan, serta 4mg natrium atau 0% dari nilai harian yang dibutuhkan.
Katuk (Sauropus Androgynus)
Di Indonesia, daun katuk biasa dikonsumsi untuk memperlancar asi. Namun, sebenarnya konsumsi daun katuk punya banyak khasiat lainnya. Ketahui manfaat daun katuk untuk kesehatan berikut ini.
Kandungan gizi daun katuk
Daun katuk yang memiliki nama ilmiah Sauropus androgynus adalah tanaman yang memiliki bentuk daun lonjong dengan corak keperakan di bagian tengahnya.
Biasanya, orang-orang mengolah sayuran hijau ini sebagai sayur bening dengan potongan jagung manis dan wortel.
Seperti kebanyakan sayuran hijau, daun katuk juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Ini karena daun katuk kaya akan zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh Anda.
Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Manfaat daun kelor untuk kesehatan sudah lama dikenal sebagai obat herbal. Daun kelor (Moringa Oleifera) telah digunakan sejak zaman dahulu sebagai obat tradisional yang efektif untuk mencegah kanker dan menjaga tekanan darah. Khasiat ini berasal dari kandungan gizi yang baik untuk kesehatan, seperti antioksidan dan berbagai nutrisi lainnya. Antioksidan yang terkandung dalam daun kelor meliputi vitamin C, beta karoten, quercetin, dan asam klorogenat.
Manfaat kesehatan dari daun kelor sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang ada di dalamnya. Selain antioksidan, daun kelor juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti Vitamin B6, Vitamin B2, Vitamin C, Vitamin A, zat besi, dan magnesium. Selain itu, satu mangkuk daun kelor (sekitar 21 gram) mengandung sekitar 2 gram protein nabati. Manfaat daun kelor bisa diperoleh dengan membuatnya menjadi jamu, teh herbal, hingga suplemen. Ada juga yang menggunakannya sebagai bahan masakan.
Kenikir (Cosmos Caudatus)
Tumbuhan kenikir adalah jenis tumbuhan tropis yang berasal dari Amerika Latin dan Amerika Tengah. Tumbuhan ini juga populer dijadikan sebagai lalapan di Indonesia.
Dalam bahasa Latin, daun kenikir dikenal sebagai cosmos caudatus dan sering juga disebut ulam raja di Malaysia. Ulam raja merupakan tanaman tahunan yang tumbuh tegak dan tingginya dapat mencapai 2 meter.Batangnya berbentuk persegi, segar, bercabang banyak, dan berwarna hijau keunguan. Daunnya majemuk,baunya menyengat,daunnya hijau.
Daun kenikir juga disebut bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan dan memiliki khasiat anti penuaan. Hal ini terkait dengan tingginya kandungan saponin, flavonoid, dan polifenol dalam daun kenikir.
Kumbili (Dioscorea Esculenta)
Kumbili atau dalam bahasa muyu adalah Wan merupakan makanan tradisional yang ada di daerah muyu bukan hanya muyu saja akan tetapi ada juga terdapat di daerah papua lainnya. Kumbili ini pohonnya tumbuh menjalar biasanya ditanam dan dibuat penyangga agar supaya pohon dari kumbili ini dapat menjalar ke penyangga tersebut.
Proses pengolahan gembili dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana. Berikut adalah cara umum untuk mengolah gembili:
Kunyit (Curcuma Longa)
Tanaman kunyit berasal dari Asia Tenggara, kunyit merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk dalam famili Zingiberaceae yang mempunyai batang semu yang dibentuk dari pelepah daun-daunnya. Bagian utama tanaman kunyit adalah rimpangnya yang merupakan tempat tumbuhnya tunas. Senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoid dan
minyak atsiri.
Kunyit mempunyai khasiat sebagai jamu dan obat tradisional. Senyawa yang terkandung dalam kunyit (kurkumin dan minyak atsiri) mempunyai peranan sebagai antioksidan, antitumor, antikanker, antimikroba, antiracun. Secara tradisional kunyit digunakan oleh masyarakat di berbagai negara untuk mengobati penyakit seperti penyakit yang disebabkan oleh mikroba parasit, gigitan serangga, cacar, sakit perut (diare, sembelit, kembung), gangguan pencernaan, gangguan hati, gangguan asma, menghilangkan gatal, menghilangkan penyakit kulit, dan mengurangi rasa nyeri.
Lidah Buaya (Aloe barbadensis Milleer)
Lidah buaya, atau Aloe vera, adalah tanaman yang dikenal karena banyak manfaat kesehatannya, baik untuk penggunaan eksternal maupun internal. Berikut adalah beberapa informasi umum tentang lidah buaya
Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata)
Lidah mertua, yang memiliki nama ilmiah Sansevieria, tidak hanya menjadi pemanis sudut-sudut rumah dengan keindahan daunnya yang estetik. Tanaman ini, yang kerap ditemukan di berbagai rumah di Indonesia, ternyata juga memiliki sejumlah manfaat yang bermanfaat bagi penghuni rumah.
Dengan daun yang keras, sukulen, tegak, dan ujung yang meruncing, lidah mertua menjadi pilihan yang ideal untuk mempercantik ruangan. Namun, kelebihan tanaman ini tidak berhenti hanya pada aspek dekoratifnya.
Mangkokan (Polyscias Scutellaria)
Mangkokan atau daun mangkokan (Polyscias scutellaria) adalah tumbuhan hias pekarangan dan tanaman obat yang relatif populer di Nusantara. Namanya mengacu pada bentuk daunnya yang melengkung serupa mangkok. Ia di pelbagai daerah juga disebut seperti mamangkokan (Sd.), atau godong mangkokan (Jw.), mangko-mangko (Makassar), daun papeda (Ambon).
Nanas (Ananas Comosus)
(Ananas comosus) adalah tumbuhan tropis dengan buah yang dapat dimakan dan tumbuhan yang paling penting secara ekonomi dalam famili Bromeliaceae. Nanas adalah tumbuhan asli Amerika Selatan, dan telah dibudidayakan disana selama berabad-abad. Pengenalan nanas ke Eropa pada abad ke-17 menjadikannya sebagai ikon budaya kemewahan yang signifikan. Sejak tahun 1820-an, nanas telah ditanam secara komersial di rumah kaca dan banyak perkebunan tropis. Selain itu, nanas merupakan buah tropis terpenting ketiga dalam produksi dunia. Pada abad ke-20, Hawaii adalah penghasil nanas yang dominan, terutama untuk Amerika Serikat (AS); namun, pada tahun 2016, Kosta Rika, Brasil, dan Filipina menyumbang hampir sepertiga dari produksi nanas dunia.
Nanas tumbuh sebagai semak kecil. Bunga individu dari tanaman yang tidak diserbuki menyatu untuk membentuk buah yang banyak. Tanaman biasanya diperbanyak dari mahkota yang berada di bagian atas buah, atau dari tunas samping, dan biasanya berbuah lebih cepat dibandingkan dengan yang dari mahkota.
Okra (Virginia Willis)
Bendi atau okra (Abelmoschus esculentus Moench, bahasa Inggris: lady's fingers, okra, atau gumbo) adalah sejenis tumbuhan berbunga dalam suku Malvaceae yang berasal dari kawasan di sekitar Ethiopia kini. Dulunya tumbuhan ini termasuk dalam genus Hibiscus, tetapi kini diubah menjadi termasuk genus Abelmoschus. Ia banyak ditemui di kawasan tropis.
Ukuran buahnya sebesar cabai hijau besar, kelilingnya berlekuk, berbulu halus dan berwarna hijau. Jika dipotong akan terlihat biji-biji kecil dikelilingnya. Jika dimasak akan keluar lendir dari dalamnya. Rasanya renyah dengan tektur mirip terung. Sayuran ini bisa diolah menjadi kari, balado, campuran salad atau hidangan tumis.
Daun Pegagan (Centella Asiaticas)
Daun pegagan dikenal sebagai bahan alami untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Namun, daun pegagan juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jadi, apa saja manfaat daun ini?
Daun pegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman herba yang banyak ditemukan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Meski lebih dikenal dengan manfaatnya untuk kesehatan kulit, daun pegagan juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.
Manfaat tersebut diperoleh dari kandungan beberapa jenis antioksidan dalam daun pegagan, seperti flavonoid, tanin, dan polifenol.
Manfaat Daun Pegagan untuk Kesehatan
Selain kesehatan kulit, daun pegagan juga diketahui bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat daun pegagan yang penting untuk diketahui
Salam (Syzygium Polyanthum)
Daun salam sering kita jumpai pada masakan Indonesia. Tidak hanya memberi rasa yang unik pada masakan serta bau yang khas ternyata daun salam menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan. Daun salam yang mengandung vitamin dan senyawa baik seperti vitamin B2, vitamin B3, vitamin C, Tannin, Alkaloid, Steroid, Triterpenoid, dan Flavonoid serta senyawa-senyawa lain. Kandungan inilah yang membuat daun salam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Seledri (Apium Graveolens))
Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina, dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.
Sirsak (Annona Muricata)
Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berbunga yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah Indonesia buahnya dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkèlan, nangka ènglan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), durian belanda (Malaysia), nangko belando (Palembang), serta jambu landa (di Lampung). Penyebutan "belanda" dan variasinya, "jawa", "betawi", serta "sebrang" menunjukkan bahwa sirsak adalah buah yang didatangkan dari tempat lain. Pada kenyataannya, sirsak didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Nusantara pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius)
Pandan wangi, atau sering disebut pandan, adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae yang memiliki daun beraroma wangi khas. Daun pandan merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Terong (Solanum Melongena)
Terong tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.Selain karena warna ungunya yang khas, buah yang sering dianggap sebagai sayuran memiliki rasa enak jika disulap berbagai masakan
Terong mengandung serat, potassium, magnesium, zat besi, vitamin C dan vitamin B12. Tak hany itu, kulitnya kaya anthocyanins, antioksidan dan pigmen alami yang menyebabkan warna buah menjadi ungu.
Daun Suji (Dracaena Angustifolia)
Tak hanya sebagai pewarna makanan, manfaat daun suji juga diketahui dapat mengatasi berbagai gangguan kesehatan sehingga sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Hal ini diduga berkat kandungan senyawa bioaktif flavonoid dan polifenol pada daun suji.
Daun suji (Dracaena angustifolia) merupakan salah satu tumbuhan yang dikenal sebagai sumber klorofil yang baik. Tanaman ini bisa dikenali dari daunnya yang berwarna hijau gelap dan berbentuk runcing memanjang, serta bunganya yang berwarna putih kekuningan
Selain memberi aroma harum yang kuat dan khas pada makanan, manfaat daun suji untuk menjaga kesehatan tubuh pun tak bisa disepelekan.
Alpukat (Persea americana) adalah buah populer asal Amerika Tengah yang terkenal dengan tekstur lembut seperti mentega dan kandungan lemak sehatnya yang sangat tinggi. Berbeda dari buah lain yang dominan karbohidrat, sekitar 15–20% dari berat daging alpukat merupakan minyak tak jenuh tunggal yang baik untuk tubuh.
Bayam Brazil (Alternanthera sissoo) yang berasal dari negara Brazil dikenal sebagai sayuran sumber protein tinggi. Hal ini sangat cocok dengan masyarakat Indonesia yang menjadikan bayam sebagai sayuran favorit. Mengkonsumsi tiap hari bahkan diklaim dapat menjaga tubuh dari berbagai jenis penyakit berbahaya.
Bayam Brazil (Alternanthera sissoo) yang berasal dari negara Brazil dikenal sebagai sayuran sumber protein tinggi. Hal ini sangat cocok dengan masyarakat Indonesia yang menjadikan bayam sebagai sayuran favorit. Mengkonsumsi tiap hari bahkan diklaim dapat menjaga tubuh dari berbagai jenis penyakit berbahaya.
Binahong atau piahong (Anredera cordifolia) atau piyahong (Heartleaf maderavine madevine) adalah tanaman obat yang tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi dan mempunyai banyak khasiat dalam meyembuhkan berbagai macam penyakit ringan maupun berat.Tumbuhan menjalar, berbatang lunak, berdaun tunggal, berbunga majemuk, berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah dan mengembalikan daya tahan tubuh.Tanaman ini sudah lama ada di Indonesia tetapi baru akhir-akhir ini saja menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk dijadikan obat alami untuk menyembuhkan atau mengurangi beberapa penyakit ringan maupun berat.
Cabai (Capsicum)
Cabai adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana pemanfaatannya. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa untuk makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" kesepuluh (alih-alih kesembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.
Ciplukan (Physalis Angulata)
Cabai adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana pemanfaatannya. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa untuk makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" kesepuluh (alih-alih kesembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.
Ciplukan (Physalis Angulata)
Cabai adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana pemanfaatannya. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa untuk makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" kesepuluh (alih-alih kesembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.
Durian (Durio Zibethinus)
Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, tetapi sebagiannya kurang menyukai dengan aromanya.
Tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari genus Durio. Namun, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadang kala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis).
Jagung (Zea Mays)
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu dari tiga tanaman sereal utama di dunia yang menempati posisi penting dalam perekonomian maupun ketahanan pangan nasional. Selain sebagai bagian dari sumber pangan masyarakat Indonesia, jagung juga sebagai sumber bahan baku industri dan pakan ternak. Kebutuhan jagung yang terus meningkat secara langsung menuntut produksi juga harus meningkat. Untuk bisa menghasilkan produktivitas tinggi, petani biasanya menyiapkan benih bermutu tinggi baik dari sisi genetik, fisik, maupun fisiologinya.
Jagung memiliki peranan penting dalam industri pangan dan pakan serta sering dikonsumsi oleh masyarakat di berbagai belahan dunia karena rasanya yang lezat.
Namun, manfaat jagung tidak hanya terbatas pada kelezatannya. Jagung juga mengandung nutrisi penting seperti serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang memberikan manfaat positif bagi kesehatan tubuh.
Kaca Piring (Gardenia Augusta)
Bunga kaca piring memiliki nama ilmiah yaitu Gardenia Augusta termasuk kedalam jenis tanaman perdu dari family Rubiaceae. Gardenia jasminoides mempunyai arti seperti melati, walaupun diartikan seperti itu, tetapi bunga kaca piring tidak mempunyai hubungan apapun dengan jasminum atau melati. Tanaman satu ini mempunyai bunga bewarna putih dan memiliki wangi yang sangat harum. Bunga kaca piring juga memiliki panggilan lain yaitu Gardenia Augustifolia Lodd, Gardenia Grandiflora Lour, Gradenia Jasminoides Ellis dan Gardenia Longisepala.
Selain memiliki nama ilmiah, bunga kaca piring juga mempunyai nama lain yang diambil dari bahasa inggris yaitu cape jasmine dan gardenia. Di daerah Aceh bunga kaca piring dikenal dengan nama meuleu bruek dan raja puteh, sedangkan bagi masyarakat Jawa bunga kaca piring dilabeli dengan nama cepiring, ceplok piring dan kacapiring, masyarakat Bali memanggilnya jempiring sedangkan di Maluku dikenal dengan nama sang klapa. Bunga kaca piring menjadi maskot untuk Kota Denpasar Bali dan digunakan sebagai salah satu jenis bunga pelengkap dalam upacara agama Hindu.
Kangkung (Ipomoea Aquatic)
Kangkung atau Ipomoea aquatica adalah tumbuhan yang tumbuh di air atau di tanah yang lembab. Kangkung biasanya memiliki batang dengan ukuran sekitar 2-3 meter atau lebih. Tanaman ini memiliki akar serabut serta bisa mengapung. Daun kangkung biasanya berbentuk seperti kepala panah, namun ada juga yang berbentuk lain. Daun kangkung bisa memiliki panjang 5-15 cm dengan lebar 2-8 cm. Tanaman kangkung memiliki bunga yang berbentuk seperti terompet dengan diameter 3-5 cm dan berwarna putih dengan warna ungu muda di bagian tengahnya.
Asal usul dari tanaman air ini sebetulnya tidak begitu jelas, namun banyak ilmuwan yang menyepakati bahwa kangkung berasal dari daerah Asia Tenggara. Beberapa menyebutkan bahwa China merupakan lokasi domestikasi tanaman kangkung ini. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa India merupakan lokasi dari asal usul tanaman air ini. Selain itu ada juga penelitian yang menunjukan bahwa tanaman air ini asli dari Afrika. Penelitian ini mendatangkan perdebatan apakah kangkung memang flora asli dari afrika atau tanaman ini diperkenalkan oleh pelaut China bernama Zheng He.
Kemangi (Mangifera Indica)
Kemangi adalah tanaman berwarna hijau dengan aroma yang khas. Karena aromanya, tanaman ini kerap menjadi pilihan bumbu makanan.
Bahkan, tak sedikit orang menjadikan kemangi sebagai lalapan dengan berbagai macam makanan. Namun, tahukah Anda manfaat daun kemangi tak sebatas pendamping dan penyedap makanan saja?
Memiliki nama latin Ocimum basilicum, kemangi masuk dalam keluarga tanaman mint dengan aroma yang khas. Meski populer sebagai tambahan pada hidangan Mediterania, masyarakat juga percaya bahwa kemangi juga menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.
Tak banyak yang tahu bahwa daun kemangi mengandung nutrisi penting yang tubuh perlukan. Tanaman herbal ini mengandung vitamin A, kalsium, beta karoten, vitamin K, lutein, zeaxanthin dan beta cryptoxanthin. Selain itu, ada pula vitamin B, zat besi dan berbagai jenis mineral lain hingga senyawa antioksidan. Tak heran jika daun ini menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan.
Kitolod (Houttuynia Cordata)
Bunga kitolod memiliki bentuk tegak dan tangkai yang panjang. Bentuk mahkotanya mirip seperti bintang dengan warna putih. Tanaman yang memiliki batang lunak satu ini tingginya bisa sampai 60 sentimeter dan punya daun tunggal meruncing dengan bagian pangkal yang menyempit.
Sementara itu, bagian tepi daun dari bunga kitolod tampak melekuk dan bergerigi. Panjang bagian daun dari bunga ini sekitar 5 sampai 17 sentimeter dengan warna kehijauan. Menariknya, bunga kitolod masuk dalam kelompok tanaman gulma atau pengganggu tanaman lain.
Kunyit Putih (Curcuma Zedoaria Rosc)
Kunyit adalah salah satu bumbu dapur yang identik dengan warnanya yang kuning. Varian inilah yang paling banyak diketahui oleh masyarakat umum. Padahal ada jenis kunyit lainnya seperti kunyit putih yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh.
Mengingat bahwa rempah ini tidak sepopuler kunyit kuning, manfaat kunyit putih mungkin belum disadari oleh banyak orang.
Lavender (Lavandula Officinalis)
Lavender adalah tanaman yang terkenal karena aromanya yang harum dan bunganya yang indah. Berikut ini informasi umum mengenai lavender
Lempuyang (Zingiber Zerumber)
Lempuyang atau lempuyang wangi (Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm., sin. Z. aromaticum Valeton) adalah sejenis rempah-rempah yang berkhasiat obat. Rimpangnya dimanfaatkan sebagai campuran obat. Lempuyang atau puyang adalah salah satu bahan utama jamu yang cukup populer, jamu cabe puyang.
Lempuyang dapat merujuk kepada beberapa jenis tanaman dari genus Zingiber, yang merupakan bagian dari keluarga Zingiberaceae. Berikut adalah beberapa informasi umum mengenai beberapa jenis lempuyang yang sering disebut:
Mangga (Mangifera Indica)
Mangga merupakan salah satu tanaman yang biasanya disebut sebagai mempelam atau nama ilmiahnya ialah Mangifera Indica. Nama tersebut merupakan salah satu nama yang sekaligus dengan pohonnya.
Mangga menjadi salah satu tanaman yang bermarga Mangifera terdiri atas 35 sampai 40 anggota serta suku Anacardiaceae.
Tanaman manga ini berasal dari India dan juga Burma yang telah tersebar pada Asia Tenggara kira-kira 1500 tahun yang lalu.
Pada umumnya mangga sebagai tanaman khas tropis, bahkan tak salah kalau mangga bertumbuh subur di negara Indonesia. Tanaman mangga tersebut memiliki jenis-jenis buah yang berbeda rasanya.
Jenis-jenis buah mangga seperti, mangga gedong gincu, mangga arumanis, mangga manalagi, mangga apel, mangga alpukat, mangga golek, mangga malibu, mangga madu dan mangga nam dok mai
Miana (Coleus Scutellarioides)
Miana adalah tanaman semak dengan tinggi dapat mencapai 1,5 m. Daunnya berkhasiat sebagai obat wasir, obat bisul, obat demam nifas, obat radang telinga dan obat haid tidak teratur. Tanaman ini memiliki nama lain, yaitu Sigresing (Batak), Adong-adong (Palembang), Jawek Kotok (Sunda), Iler (Jawa Tengah), Sarindrang (Dayak Ma'anyan), Ati-ati (Bugis) , Bulunangko (Toraja) dan Serewung (Minahasa).
Nangka (Artocarpus Heterophyllus)
Nangka adalah nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae; nama ilmiahnya adalah Artocarpus heterophyllus. Dalam bahasa Inggris, nangka dikenal sebagai jackfruit.
Pastikan untuk memilih nangka yang sudah matang dengan warna kulit yang cerah dan aroma yang harum untuk hasil yang terbaik. Dengan berbagai cara mengolahnya, Anda dapat menikmati kelezatan dan manfaat gizinya dengan berbagai variasi.
Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli)
Tanaman patah tulang yang juga dikenal dengan banyak sebutan lain seperti kayu potong, kayu jaliso, pacing tawa, tikel balung dan lain sebagainya ini merupakan jenis tanaman perdu yang biasanya dijadikan tanaman hias. Pada bagian batang tanaman ini memiliki getah berwarna putih yang mengandung euplol, zat pahit, zat karet, euphorbone, taraksasterol dan juga alaktucerol yang seringkali digunakan untuk penyakit kulit dan juga mengatasi patah tulang. Namun, zat yang biasanya digunakan sebagai obat dalam tanaman ini diantaranya adalah sapogenin, terpenoid, asam ellaf dan juga glikosid. Selain bisa mengatasi patah tulang, ternyata masih ada banyak manfaat tanaman patah tulang yang masih jarang diketahui dan akan kami ulas dengan lengkap berikut ini.
Rambutan (Nephelium Lappaceum)
Rambutan adalah buah tropis yang terkenal dengan daging buahnya yang manis dan berambut halus. Berikut beberapa informasi tentang rambutan dengan nama latin Nephelium lappaceum.
Daun Saga (Abrus Precatorius)
Daun saga merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tak heran bila tanaman ini sudah digunakan sejak lama sebagai obat herbal untuk mengatasi beragam kondisi, mulai dari mencegah infeksi bakteri hingga mengontrol gula darah.
Selada (Lactuca Sativa)
Selada atau daun sla (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Selada digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk sup, sandwich, dan bahkan bisa dipanggang.Celtuce (selada asparagus) adalah salah satu jenis yang dihasilkan dari batangnya, yang dapat dimakan mentah atau dimasak. Selama ribuan tahun digunakan manusia, ia telah memperoleh nilai religius dan terapeutik di samping penggunaan utamanya sebagai sayuran. Awalnya, Eropa dan Amerika Utara mendominasi pasar selada, tetapi pada akhir abad kedua puluh, konsumsi selada telah menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1969, produksi selada dan sawi putih dunia mencapai 27 juta ton, dengan China menyumbang 56% dari total.
Tebu Telur (Saccharum Edule)
Nama sayur lilin atau tebu telur yang juga terkenal dengan nama ilmiah (Saccharum edule), sudah tidak asing di telinga kita. Tumbuhan ini sudah menjadi salah satu pangan lokal yang di konsumsi setiap hari, dan memiliki nilai gizi yang tinggi untuk pemenuhan protein.
Bentuk sayur lilin sulit dibedakan dengan tebu, namun segera terlihat bahwa kedua spesies itu berkerabat dekat,” berbeda dengan tebu, bukan batangnya yang dimakan, melainkan bakal bunga yang belum mekar, dengan wujud botanisnya yang mengesankan masih tersembunyi di balik daun pembungkus.
Tebu
Tebu (Saccharum officinarum Linn) (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula dan vetsin. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Karakteristik dari tanaman tebu diantara lain adalah terdapatnya bulu-bulu beserta duri di sekitar bagian pelepah dan helai daun. Keberadaan bulu-bulu dan duri ini beragam, tergantung dari varietas tebu. Tinggi dari tanaman tebu bervariasi, beberapa faktor yang menyebabkan variasi pada tinggi tanaman tebu adalah daya dukung lingkungan dan varietas; namun secara umum tanaman tebu memiliki tinggi mulai dari 2,5 hingga 4 meter, dengan diameter batang 2 – 4 cm. Tebu merupakan tanaman monokotil dan batangnya dapat menghasilkan anakan dari pangkal batang berupa tunas yang kemudian akan membentuk rumpun
Ubi (Ipomoea Batatas)
Ubi merupakan tanaman yang tumbuh menjalar di atas tanah dan menghasilkan umbi dalam tanah serta dapat tumbuh pada lahan yang kurang subur. Ubi ditanam di tanah yang lengkung berpasir, gembur, banyak mengandung hara dan memiliki drainase yang baik dan mempunyai derajat keasaman tanah pH 5,5 – 7,5. Ubi merupakan salah satu hasil pertanian yang terdapat di hampir seluruh wilayah Gunungkidul, termasuk di Jelok Pacarejo Semanu tempat lokasi KKN mahasiswa Fakultas Vokasi UNY. Hal ini mendorong mereka memanfaatkan potensi lokal untuk dibah menjadi sesuatu yang berbeda dari yang selama ini dilakukan. Raidha Maharani dan Vida Corniawati prodi D4 Tata Boga mengolahnya menjadi stik dari ubi ungu.
Bangle (nama latin: Zingiber purpureum atau Zingiber montanum) adalah tanaman herbal asli Asia Tenggara yang masih satu keluarga dengan jahe (Zingiberaceae). Meskipun sekilas bentuk rimpangnya mirip jahe, bangle punya ciri khas aromanya yang jauh lebih menyengat, rasanya agak pahit dan pedas, serta daging rimpangnya cenderung berwarna kuning pucat hingga agak kehijauan. Di Indonesia, bangle sudah lama menjadi primadona dalam ramuan jamu tradisional (seperti jamu bersalin atau pelangsing) karena kaya akan senyawa aktif seperti minyak atsiri, terpinen-4-ol, dan cassumunarin (antioksidan kuat).
Mungkin kebanyakan orang belum mengetahui apa itu bawang dayak (Eleutherine palmifolia). Bawang dayak secara tradisional telah lama digunakan oleh suku Dayak, Pulau Kalimantan, untuk mengobati karies (pembusukan) gigi. Bahkan, hingga saat ini, bawang dayak telah dimanfaat oleh masyarakat suku Dayak untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Contohnya penyakit darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan strok. Bawang yang berwarna merah ini memiliki kandungan kimia yang dibutuhkan tubuh. Di antaranya, alkaloid, steroid, glikosida, flavonoid, fenolik, tanin dan saponin.
Daun beluntas atau Pluchea Indica Less adalah tanaman yang biasa digunakan sebagai lalapan atau obat tradisional. Tanaman ini dapat diolah seluruhnya, mulai dari daun, pucuk, dan bunganya. Daun ini pun bisa dikonsumsi mentah atau matang. Lantas, apa saja manfaat daun beluntas bagi kesehatan tubuh?
Daun beluntas sudah sangat terkenal dalam pengobatan tradisional. Sifat antiinflamasi, antibakteri, antiulkus dan antituberkulosis di dalamnya bermanfaat baik bagi kesehatan tubuh untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit. Manfaat baik daun ini juga ditunjang oleh senyawa aktif, seperti kalsium, magnesium dan natrium di dalamnya. Berikut ini manfaat daun beluntas bagi kesehatan tubuh:
Buah Naga (Hylocereus Costaricensis)
Daun beluntas atau Pluchea Indica Less adalah tanaman yang biasa digunakan sebagai lalapan atau obat tradisional. Tanaman ini dapat diolah seluruhnya, mulai dari daun, pucuk, dan bunganya. Daun ini pun bisa dikonsumsi mentah atau matang. Lantas, apa saja manfaat daun beluntas bagi kesehatan tubuh?
Daun beluntas sudah sangat terkenal dalam pengobatan tradisional. Sifat antiinflamasi, antibakteri, antiulkus dan antituberkulosis di dalamnya bermanfaat baik bagi kesehatan tubuh untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit. Manfaat baik daun ini juga ditunjang oleh senyawa aktif, seperti kalsium, magnesium dan natrium di dalamnya. Berikut ini manfaat daun beluntas bagi kesehatan tubuh:
Caisim (Brassica Chinensis Var. Parachinensis)
adalah salah satu sayuran daun populer di Indonesia. Nama lainnya adalah sawi bakso (karena menjadi sayuran daun pendamping dalam penyajian bakso) atau caisim/caisin (dari nama bahasa Kanton 菜心, choy sum, yang harafiah berarti "hatinya sayur"). Jenis sawi lain yang juga kadang-kadang disebut sawi hijau adalah pakcoy/petsai atau sawi sendok.
Daun Gingseng
Selama ini, Anda mungkin sudah tahu bahwa akar ginseng memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Nah, ternyata, manfaat ginseng sebagai obat herbal juga bisa Anda peroleh dari bagian daun tanamannya.
Kandungan daun ginseng
Bagian akar tanaman ginseng atau Panax ginseng memang sudah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk beragam penyakit.
Tidak kalah dari bagian akarnya, daun ginseng juga banyak diteliti untuk diketahui kandungannya dan manfaat apa yang bisa didapatkan dari sana.
Daun Bawang (Allium Fistulosum)
Daun bawang adalah bahan yang serbaguna dalam masakan dan memberikan manfaat nutrisi yang baik. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan preferensi makanan dan dapat menambahkan aroma serta rasa yang khas dalam hidangan.
Gayong (Canna Discolor)
Ganyong (Canna discolor L. syn. C. edulis, suku kana-kanaan atau Cannaceae) adalah Tanaman penghasil umbi, Tanaman ini memiliki banyak manfaat baik untuk dikonsumsi sebagai penganan penganti beras atau dimanfaatkan sebagai tanaman obat.
Tanaman ini umumnya dikenal dan tumbuh di pedesaan. Tanaman ganyong ini awalnya berasal dari daerah Amerika Selatan, namun sudah lama akrab di antara masyarakat Indonesia, khsusunya para petani.
Ganyong banyak memiliki persamaan nama lain di beberapa daerah di Indonesia, yaitu buah tasbih, ubi pikul, ganyal, ganyol, sinetra, dan lainnya. Istilah di mancanegara untuk menyebut ganyong adalah dengan sebutan Queensland Arrowroot. Ganyong merupakan jenis tanaman umbi-umbian, atau yang banyak dimanfaatkan rimpangnya untuk dikonsumsi.
Ganyong mengandung cukup tinggi karbohidrat, selain itu menurut Data Direktorat Gizi Depkes RI, kandungan gizi Ganyong untuk setiap 100 gram nya terdiri dari kalori 95,00 kal, protein 1,00 g, lemak 0,11 g, karbohidrat 22,60 g, kalsium 21,00 g, fosfor 70,00 g, zat besi 1,90 mg, vitamin B1 0,10 mg, vitamin C 10,00 mg, air 75,00 g.
Jeruk (Citrus Sinensis)
Jeruk (bahasa Inggris: orange) adalah buah dari spesies citrus dalam famili Rutaceae. Istilah "jeruk" umumnya mengacu pada Citrus × sinensis yang juga disebut jeruk manis dan Citrus aurantium yang disebut jeruk pahit.
Jeruk manis bereproduksi secara aseksual (apomiksis melalui nucellar embryony), yaitu melalui sistem cangkok, okulasi, setek, dan varietas jeruk manis muncul melalui mutasi.
Jeruk manis merupakan hibrida antara jeruk bali (Citrus maxima) dan mandarin (Citrus reticulata).[2][6] Jeruk manis telah memiliki genom lengkap yang diurutkan.
Jeruk manis berasal dari wilayah yang meliputi Tiongkok Selatan, India Timur Laut dan Myanmar.[7][8] Hingga 1987, pohon jeruk ditemukan sebagai pohon buah yang paling banyak dibudidayakan di dunia.[9] Penyebutan jeruk manis paling awal ditemukan dalam literatur Tiongkok pada 314 SM.
Pohon jeruk banyak ditanam di iklim tropis dan subtropis karena bisa menghasilkan buah yang manis. Buah jeruk dapat dimakan segar atau diolah untuk jus, sedangkan kulitnya bisa dimanfaatkan untuk bumbu karena harum , Hingga tahun 2012, jeruk manis menyumbang sekitar 70% dari produksi citrus.
Pada 2019, sejumlah 79 juta ton jeruk ditanam di seluruh dunia. Brasil memproduksi 22% diikuti oleh Tiongkok dan India. Jeruk biasa ditanam di dataran rendah (50–600 m). Terdapat juga jeruk yang dapat ditanam di dataran tinggi, seperti jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan pamelo raja (Citrus grandis).
Kacang Tanah (Arachis Hypogaea)
Kacang tanah, atau dikenal juga sebagai kacang mete atau groundnut dalam bahasa Inggris, adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang populer di seluruh dunia. Berikut adalah informasi umum mengenai kacang tanah:
Keji Beling (Strobilanthes Crispus)
Daun keji beling adalah tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia. Daun ini, secara ilmiah dikenal sebagai Strobikanthes adalah tanaman yang biasa digunakan sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun. Tanaman ini sering tumbuh berkelompok karena memiliki banyak cabang dan daun yang banyak.
Tanaman keji beling dapat tumbuh setinggi satu meter dan memiliki daun berwarna hijau tua dengan tepi daun yang bergerigi. Panjang potongan daun bervariasi dari 5 hingga 8 cm, sedangkan lebarnya bervariasi dari 2 hingga 5 cm.
Batang muda tanaman keji beling berwarna ungu dan perlahan berubah menjadi coklat. Tanaman keji beling dengan bunga kuning berbentuk corong berukuran sekitar 1,5 hingga 2 cm. Melansir dari BMC Complemental Tern Med, daun keji beling mengandung senyawa kimia aktif yang dapat digunakan sebagai obat herbal.
Kencur (Kaempferia Galangal)
encur (Kaempferia galangal L.) merupakan tanaman tropis yang tumbuh dengan subur di berbagai pelosok daerah di Indonesia, baik sebagai tanaman yang dipelihara maupun dibudidayakan. Kencur juga banyak digunakan sebagai ramuan obat tradisional dan sebagai bumbu penyedap masakan. Bagian dari tanaman ini yang biasanya diperjualbelikan adalah bagian buah akar yang tumbuh di bawah tanah dan disebut sebagai rimpang kencur atau rizoma.
Penduduk di Asia Tenggara pada umumnya dan kita yang hidup di Indonesia pada khususnya, pasti telah mengenal tumbuhan herbal kencur.Tumbuhan yang kebanyakan ditanam di musim hujan ini sangat dikenal luas di masyarakat baik sebagai bumbu masakan yang memberi cita rasa khas dan sekaligus dapat digunakan sebagai obat yang bisa menyembuhkan bermacam penyakit.
Di dalam dunia kuliner, kencur banyak digunakan untuk memperkaya cita rasa berbagai masakan. Karena rasanya yang segar dan aromanya yang khas, kencur sering digunakan sebagai campuran bumbu berbagai masakan seperti: sambal oncom, urap, rempeyek, bumbu pecel, seblak, serta aneka sayuran berkuah. Bahkan kencur yang masih muda juga bisa dijadikan lalapan dan disukai oleh banyak orang.
Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus)
Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) adalah tanaman yang bisa ditemukan di pulau Sumatra dan Jawa. Tanaman ini tumbuh secara alami di tepi hutan, tetapi umumnya terlihat di sepanjang pinggir jalan dan tanah yang tidak terpakai.
Kumis kucing berasal dari wilayah Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tumbuhan ini biasanya tumbuh di daerah dengan iklim tropis dan suhu hangat. Kumis kucing telah digunakan secara tradisional dalam pengobatan herbal di beberapa negara untuk mengobati berbagai masalah kesehatan.
Di bidang pengobatan tradisional, kumis kucing diyakini memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk sebagai diuretik atau obat yang dapat meningkatkan pembuangan air seni, membantu mengatasi masalah ginjal dan saluran kemih, serta mengurangi pembengkakan. Selain itu, ekstrak kumis kucing juga telah digunakan dalam suplemen herbal sebagai pendukung penurunan berat badan dan pengobatan diabetes.
Lengkuas (Alpinia Galangal)
Lengkuas adalah tanaman obat yang mengandung antimikrobial diterpene dan eugenol yang mempunyai aktivitas antifungi. Penggunaan lengkuasAlpinia galanga(L) Swartzsecara empiris sebagai obat antijamur kulit telah diketahui sejak lama(2). Secara tradisional dari sejak zaman dahulu kala, parutan rimpang lengkuas sering digunakan sebagai obat penyakit kulit, terutama yang disebabkan oleh jamur, seperti panu, kurap, eksim, jerawat, koreng, bisul, dan sebagainya. Khasiatnya yang sudah dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai penelitian adalah sebagai antijamur. Ekstrak lengkuas bersifat sistemik, mudah diserap akar tanaman dan dibawa seluruh tubuh tanaman sampai masuk ke dalam jaringan daun. Lengkuas merupakan tanaman obat yang bersifat bakterisidal dan fungsidal, yang memiliki kandungan 1% minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang terutama terdiri dari metil-sinamat 48 %, sineol 20%-30%, eugenol, kamfer 1 %, seskuiterpen, ä -pinen, galangin, serta sesquiterpene, camphor, galangol, cadinene, dan hydrate hexahydrocadelene(3). Eugenol yang terdapat pada rimpang lengkuas (Alpinia galangal) dikenal memiliki efek sebagai antijamur Candida albicans(4). Salah satu efek obat dari eugenol adalah sebagai antiseptik lokal, sedangkan derivat dari eugenol dapat bekerja sebagai biocide dan antiseptik. Eugenol adalah suatu allyl chain-substituted guaiacol yang bekerja sebagai antiseptik lokal sedangkan derivatnya dapat bekerja sebagai biocide dan antiseptic. Senyawa lain yang juga memiliki efek sebagai antijamur adalah diterpene. Penelitian yang dilakukan oleh Haraguchi dan kawan-kawannya juga menyatakan bahwa senyawa diterpene yang diisolasi dari biji Alpinia galangal dan diidentifikasi sebagai (E)-8 beta,17-epoxylabd-12-ene-15, 16-dial secara sinergis meningkatkan aktivitas antifungi.
Mengkudu (Morinda Citrifolia)
Mengkudu (Morinda citrifolia) atau keumeudee (Aceh); pace, kemudu, kudu, bentis .(Jawa); cangkudu (Sunda); koddhu, pacè (Madura); tibah (Bali) adalah tanaman berbunga yang berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah noni, mengkudu (Betawi), nono (Tahiti), nonu (Tonga), ungcoikan (Myanmar), dan ach (Hindi).
Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3–8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.
Masyarakat Betawi biasanya menggunakan daun muda dari pohon noni untuk membuat nasi goreng betawi. Karena kalau yang dipakai adalah daun tua maka rasa nasi gorengnya akan menjadi pahit.
Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Karena itu, mengkudu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.
Pare (Momordica Charantia)
Siapa yang tidak mengenal tanaman pare, tanaman yang merambat dan mempunyai buah memanjang dengan bintil-bintil di luar kulitnya. Buah pare yang sering digunakan sebagai lalapan, ternyata mempunyai segudang manfaat bagi kesehatan. Pare alias paria kaya mineral nabati, kalsium, dan fosfor, juga karotenoid. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa pare mengandung alpha-momorchorin, betamomorchorin, dan MAP30 (momordica antiviral protein 30) yang bermanfaat sebagai anti HIV/AIDS.
Akan tetapi, biji pare juga mengandung triterpenoid yang mempunyai aktivitas anti-spermatozoa, sehingga penggunaan biji pare secara tradisional dengan maksud untuk mencegah AIDS dapat mengakibatkan infertilitas pada pria. Dalam sebuah penelitian yang lainnya menyatakan bahwa konsumsi pare dalam jangka panjang, baik dalam bentuk juz, lalap atau sayur, dapat mematikan sperma, memicu impotensi, merusak buah zakar dan hormon pria, bahkan berpotensi merusak liver. Dalam hal ini bagi wanita hamil, sebaiknya konsumsi pare dibatasi, karena pada percobaan pada tikus menunjukkan pemberian juz pare menimbulkan keguguran.
Pepaya (Carica Papaya)
Buah pepaya adalah buah tropis yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Pepaya kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Buah pepaya juga merupakan sumber vitamin C yang baik, yang penting untuk kesehatan kekebalan tubuh. Selain itu, pepaya juga mengandung enzim papain, yang dapat membantu memecah protein dan meningkatkan pencernaan.
Secara keseluruhan, buah pepaya adalah buah yang sangat sehat dan bergizi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Direkomendasikan untuk mengonsumsi pepaya secara teratur sebagai bagian dari diet sehat.
Sambiloto (Andrographis Paniculata)
Sambiloto dengan nama latin Andrographis paniculata adalag tanaman asli negara Asia Selatan, seperti India dan Sri Lanka. Namun saat ini tanaman ini ditemukan di negara lain seperti Thailand, Cina, dan Indonesia.
Serai / Sereh (Cymbopogon Citratuss)
Serai atau Sereh merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu dapur. Batang ini begitu khas sehingga sering juga dimanfaatkan sebagai bahan alami pengusir nyamuk. Tanaman ini biasanya ditanam oleh Masyarakat sebagai tanaman obat di pekarangan rumah.
Secara fisik, Serai mirip dengan rumput namun memiliki ukuran yang lebih besar. Daunnya memiliki tekstur kasar dan tajam pada bagian sampingnya. Ketika daun disobek, wangi khasnya akan segera menyerebak. Bagian Serai yang biasa digunakan sebagai bumbu masak adalah batangnya. Batangnya berwarna putih dan memiliki struktur yang tidak terlalu keras.
Singkong (Manihot esculenta)
Singkong adalah perdu tropis dan subtropis tahunan dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Sirih (Piper Betle Linn)
Daun sirih adalah jenis tanaman herbal yang dikenal akan segudang manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat daun sirih yang cukup populer adalah dapat membantu menjaga kesehatan organ kewanitaan.
Namun, manfaat daun sirih untuk kesehatan tidak hanya sebatas pada hal tersebut. Tanaman ini rupanya juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi, saluran pencernaan hingga kecantikan.
Temulawak (Curcuma Zanthorrhiza)
Temulawak sudah digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Tionghoa sejak lama. Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah curcuma xanthorrhiza memang berkhasiat dalam membantu mengobati berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah osteoarthritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan gejala nyeri sendi.
Tomat (Lycopersicon)
Tomat merupakan tumbuhan yang pertama kali ditemukan di Amerika Selatan, nasih berkerabat dengan terung, kentang dan paprika.Tomat termasuk buah karena strukturnya mempunyai daging dan biji yang aman apabila tertelan. Namun hingga kini masih banyak yang menganggap tomat sebagai sayuran, karena salah satu fungsinya sebagai penyedap dalam masakan.
Tomat merupakan buah yang memilki warna merah menarik serta kaya akan kandungan vitamin seperti vitamin C. Maka tidak salah kalau tomat sangat bermanfaat menjaga sistem imun tubuh. Tiap 100 gram tomat mengandung kalori 20 kal, protein 1 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 4,2 gram, kalsium 5 miligram, karoten (vitamin A) 1500 SI, thiamin (vitamin B) 60 mikrogram, asam Askorbat (vitamin C) 40 miligram, fosfor 27 miligram, zat besi 0,5 miligram, potassium 360 miligram.